Saturday, September 7, 2013

Encoder Streaming Proses Awal Distribusi Streaming

Encoder streaming adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk merubah media analog menjadi media digital dimana proses perubahan media analog menjadi media digital dilakukan oleh aplikasi atau software yang disebut dengan aplikasi encoder. Aplikasi encoder yang dikeluarkan oleh produsen aplikasi media biasanya memiliki format dengan codec yang berbeda-beda yang biasanya disesuaikan dengan keinginan para pengguna yang berkembang saat ini biasanya yang dilihat adalah perangkat yang akan memutar file media hasil encoder tersebut.

Ada istilah encoder dan converter , yang sebenarnya fungsinya sama yaitu merubah satu bentuk file dari codec tertentu menjadi codec lainnya.  namun ada beberapa hal yang membedakan antara aplikasi encoder maupun converter , bila aplikasi encoder biasanya bekerja secara langsung dengan perangkat input audio dan video yang selanjutnya dijadikan sebuah file media tertentu atau dijadikan aliran data yang dikirimkan menuju server dengan sistem codec tertentu. Sedangkan converter biasanya tidak bekerja dengan perangkat input melainkan bekerja dengan file saja. yaitu merubah satu file media dalam satu codec tertentu dengan codec yang lainnya atau orang mengenal dari satu format ke format lainnya.

Dengan penjelasan sederhana diatas tentang perbedaan encoder dan converter , ada hal yang cukup mencolok dalam perbedaan antara encoder dengan converter yaitu penentuan bitrate setiap file media, bila pada aplikasi encoder pembentukan file media kita dapat mengatur ukuran dari bitrate sebuah file media,  sedangkan dalam aplikasi converter ukuran dari bitrate bersifat wtetap namun yang dirubah hanya bentuk codec atau formatnya saja.

Dalam teknologi streaming yang mengandalkan kemampuan jaringan dalam hal ini adalah kemampuan bandwidth pada sebuah jaringan maka yang perlu diperhatikan adalah ukuran bitrate dari file media yng didistribusikan dan biasanya ukuran bitrate dihitung dengan kilobit bukan kilobyte, nah untuk menghasilkan ukuran bitrate yang kecil dengan kualitas gambar atau video dan suara atau audio maka hal itu ditentukan oleh codec yang digunakan. contoh bila kita ingin menggunakan codec mpeg2 yang biasanya digunakan untuk video layanan vcd ataupun dvd maka bitratenya cukup besar, bisa mencapaiukuran 1mega bit perdetik dan itu tentunya sangat besar bila didistribusikan pada sebuah jaringan komputer, maka tentunya perkembangan codec ini semakin berkembang dan saat ini yang paling banyak digunakan adalah h264/aac sebuah codec yang mempu membuat ukuran bitrate sebuh file media menjadi lebih kecil dan hasil dari kompresi  video dan audio yang dihasilkan tetap memiliki kualitas yang baik.

Inilah fungsi dari encoder itu sebenarnya dan untuk mendapatkan codec h264/aac maka yang digunakan adalah aplikasi yang mampua menyediakan codec tersebut selain itu encoder yang bekerja biasanya menggunakan dua prinsip pendistribusian yaitu dengan teknik push dan teknik pull .

Teknik push streaming adalah pendistribusian hasil encoding dikirimkan langsung menuju server streaming dengan membuka port tertentu yang telah ditetapkan oleh server penerima yang nantinya akan mendistribusikan nya kepada klien , sedangkan konsep pull dimana encoder membuka port sendiri tanpa mengikuti port yang disediakan oleh server , namun nantinya server yang akan mengambil streaming yang dihasilkan oleh encoder tersebut.

Jadi perbedaan dari push dengan pull adalah kalau push maka encoder mengirimkan menuju server sedangkan pull server yang mengambil streaming dari encoder.

Untuk menentukan apakah streaming itu menggunakan protokol rtsp atau protokol lainnya maka yang hal itu ditentukan oleh server , sedangkan penggunaan encoder yang menghasilkan data media yang akan dikiri kan melalui teknologi straming lewat server harus sesuai dengan servernya hal ini bersangkutan dengan hal teknologi jaringan yang digunakan khususnya adalah otentifikasi pengiriman dari encoder menuju server.

0 komentar:

Post a Comment