Tuesday, September 3, 2013

Harga Channel IPTV Sang Provider Besar

Chanel Televisi yang didistribusikan melalui layanan IPTV dibandrol dengan harga 80 ribu rupiah oleh sebuah provider besar di Indonesia membuktikan bahwa layanan IPTV mulai diperkenalkan dan tentunya ini adalah sebuah loncatan besar didalam dunia penyiaran digital tentunya, Walau dengan harga sebesar itu yang didapatkan oleh klien adalah layanan televisi digital dengan kualitas SD dengan konten rata-rata adalah 70 persen konten lokal dan 30 persen konten luar tentunya hal ini harus disikapi dengan positif dan optmisme khususnya dalam peningkatan teknologi televisi digital.

Namun setelah saya coba telusuri sistem yang dibangun oleh sang provider besar aplikasi streaming yang digunakan menggunakan sebuah aplikasi dan layanan yang dibangun oleh vendor dari luar negeri sana. Dan tentunya anda mungkin bertanya bagaimana sih membangun layanan televisi digital berbasis IP atau yang dikenal oleh IPTV itu seperti sang provider besar itu ?


Inilah pekerjaan saya, menjelaskan dan menginformasikan kepada para pengguna internet bagaimana membangun layanan IPTV itu sebenarnya dan bagaimana mendistribusikan channel siaran dalam teknologi IPTV ini ?

Istilahnya adalah transcoding, yaitu merubah siaran digital yang satu kebentuk lain , seperti merubah siaran digital satelit menjadi output siaran IP dengan codec Video ataupun Audio tertentu  dan saat ini yang banyak digunakan sistem transcoding yang dilakukan adalah melakukan transcoding siaran televisi digital yang ditangkap oleh DVBS ( Digital Video Broadcasting Satelite ) menjadi output IP dengan codev h264/aac yang didistribusikan melalui beberapa protokol diantaranya adalah protokol RTSP,RTMP maupun HTTP Segmentation.

Output IP dengan penggunaan protokol inipun harus disesuaikan dengan perlengkapan Set Top Box yang nantinya berfungsi sebagai Decoder ( Player Media ) yang diteruskan menuju Televisi Analog ataupun Televisi LCD.

Nah tentunya bagi anda yang ingin berinvestasi untuk membangun layanan IPTV ini ada beberapa hal yang harus dimegerti bahwa pendistribusian layanan televisi digital berbasis IP ini mengandalkan dari kemampuan bandwidth jadi sistem yang sangat cocok untuk membangun layanan ini adalah menggunakan teknologi Multicast dan bukan Unicast apalagi bila harus melayani pelanggan yang jumlahnya jutaan.

Nah masalahnya adalah dalam hal sistem Multicast , jaringan Multicast ini bukan alamat yang bersifat publish , pengalamatan IP multicast hanya dapat dilakukan oleh jaringan dalam subnet yang bersfifat private dan bukan jaringan dengan IP Public nah tentunya untuk membangun layanan ini maka anda harus menggandeng satu provider tertentu khususnya agar sistem jaringan Multicast terbentuk.

Nah kalau sudah bicara dengan layanan jaringan Multicast ini maka yang harus menjadi pertimbangan lainnya adalah aplikasi server streaming IP yang dipergunakan , apakah server streaming tersebut mampu melayani jaringan Multicast atau tidak. Karena saat ini kebanyakan server streaming IP lebih menggunakan teknologi jaringan unicast. Nah kalau server streaming Nasrulmedia yang saya kembangkan bagaimana? Tentunya hal ini sudah diperhitungkan sehingga aplikasi server streaming NasrulMedia sudah mampu mendistribusikan layanan IPTV dengan jaringan Multicast.

Sebenarnya untuk melakukan trancoding dari siaran televisi digital satelit menjadi output IPTV sangatlah mudah karena perlengkapan yang dibutuhkan hanya sebuah Card DVBS/T , yang nantinya siaran digital satelit tersebut akan di encode ulang menjadi output IP . Nah Output IP inilah yang selanjutnya menjadi Channel IPTV yang akan diputar oleh SetTopBox.

0 komentar:

Post a Comment