Friday, November 15, 2013

Mencari tulisan ICT Yang Memberikan Edukasi Dan Bukan Layanan Produk Semata

Pertumbuhan dan perkembangan dunia ICT ( Information and Communication Technology) di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup tajam, hal ini bisa dilihat dengan antusiasnya masyarakat Indonesia untuk mengetahui perkembangan dengan teknologi yang satu ini melalui dunia maya ini , baik melalui layanan Jejaring Sosial ataupun layanan lain yang bertebaran di dunia maya. Tidak dapat di pungkiri lagi bahwa  dengan  peningkatan keingintahuan masyarakat Indonesia terhadap dunia teknologi informasi dan komunikasi semakin meningkatkan pula kebutuhan akan layanan Internet karena dengan layanan ini banyak hal yang dapat diketahui tentang perkembangan dunia ICT ini , walau kenyataannya Internet adalah salah satu bagian dari perkembangan dunia ICT itu sendiri.

Majalah ICT , portal ICT, website ICT dan layanan ICT Center pun semakin banyak dan tumbuh berkembang, baik dari layanan pemerintahan hingga layanan swasta  yang kesemuanya itu bertujuan untuk memberikan Informasi terbaru tentang perkembangan dunia Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan segala bentuk tampilan yang menarik mata para pengunjung dan pembaca . Namun berapa persenkah layanan tulisan ataupun website ICT Indonesia yang ada, yang memberikan nilai Edukasi secara menyeluruh kepada masyarakat Indonesia yang mulai tidak dapat dipisahkan dengan dunia Internet ini ?


Berita dan artikel dari layanan ICT Center yang saat ini ada mayoritas mengupas sebuah Produk ( Brand ) yang akan di rilis ataupun informasi tentang Keunggulan dari sebuah Produk ( Brand ) , yang tentunya berdampak pada nilai sosial masyakarat yang membacanya untuk menjadi masyarakat yang konsumtif , membeli dan mencoba produk ( brand ) tersebut. Dan tentunya tanpa sadar informasi tersebut menjadi sebuah berita yang memiliki nilai iklan yang terselubung.

Pada era pertumbuhan ICT pada tahun 90-an dan awal tahun 2000-a  di Indonesia, ICT Center adalah sebuah layanan pemberian informasi yang lebih banyak mengedepankan edukasi . Salah satu contohnya adalah  website pandu.org sebagai web Tim Pandu di tahun 2000-an yang menjadi sebuah ICT Center informasi dan edukasi yang sangat ideal bagi masyarakat Open Source Indonesia, satu buah tulisan artikel yang saya kutip dari artikel web site ini pada tahun 2002 

"Ksysguard atau KDE System Guard merupakan suatu aplikasi GPL yang dapat digunakan untuk memonitor kondisi sistem, baik secara remote maupun lokal. Biasanya disertakan dalam paket KDE 2.0. Juga dapat digunakan untuk memonitor task, seperti aplikasi top. Program ini dikembangkan aplikasi ktop. Aplikasi lainnya yang mirip dengan program ini adalah kpm. Berikut ini adalah tampilan awal dari program ksysguard.

Program ksysguard ini sekarang dikembangkan dan dikelola oleh Chris Schl├Ąger <cs@kde.org>. Developer lainnya yang terlibat adalah A. Sanda <alex@darkstar.ping.at>, Ralf Mueller <ralf@bj-ig.de>, Bernd Johannes Wuebben <wuebben@math.cornell.edu>, Nicolas Leclercq <nicknet@planete.net>. Sedangkan port ke FreeBSD dilakukan oleh Hans Petter Bieker <zerium@traad.lavvu.no>

Ksysguard memiliki window utama yang terdiri dari menu bar. Menu bar memiliki tiga menu yaitu File, Setting dan Help. Di bawah menu tersebut tersedia tool bar dan di bagian terbawah terdapat status bar. Bagian tengah adalah browser sensor di sisi kiri dan juga ruang kerja (work space) di sisi kanan. Ketika pertama kali dijalankan, maka akan tampak mesin lokal sebagai localhost di browser sensor, dan 2 tab di bagian lembar kerja. Ini merupakan setup standard. Setting ini cukup mudah bagi pengguna awal, bagi yang ingin lebih kompleks, maka ksysguard sudah cukup fleksible untuk memenuhi kebutuhan itu.

Pada bagian bawah dari window utama, tertera status bar yang berisi informasi ringkasan mengenai sistem. Ditampilkan jumlah proses yang sedang berjalan, memori yang digunakan, serta memori bebas yang tersedia. Begitu juga informasi mengenai swap yang digunakan, dan swap yang masih bebas. Tampilan di status bar ini dapat dihilangkan melalui menu Setting.

Tool bar dapat dikonfigurasi dengan memilih menu Setting. Untuk menentukan apakah tool bar dan status bar ditampilkan, dapat digunakan pilihan Show Toolbar dan Status Statusbar. Tool bar dapat dikonfigurasikan dengan menggunakan pilihan Configure Toolbars dari menu ini. Akan dimunculkan menu untuk memilih utilitas yang akan ditampilkan di toolbar. Sisi kanan menunjukan utilitas atau fungsi yang akan ditampilkan di toolbar, sedangkan sisi kiri menunjukkan utilitas atau fungsi yang tersedia. Pemilihan dilakukan dengan menggunakan panah di tengah.   

Pada saat awal ketika program baru dijalankan dan belum memuatkan lembar kerja (work sheet), maka ksysguard telah memiliki dua buah (tab). Masing-masing tab akan menampilkan hal yang berbeda. Bila tab pertama dipilih, maka akan ditampilkan System Load yang menampilkan kondisi beban sistem secara garis besar. Akan digambarkan dalam plot garis yang sejalan dengan waktu penggunaan memory dan CPU.

Bila tab Process Table yang dipilih maka akan ditampilkan informasi mengenai proses yang sedang berjalan. Tampilan ini bisa diatur baik format maupun metoda sortirnya. Setelah kita membuat suatu worksheet, maka akan dimunculkan tab-tab baru sesuai dengan nama worksheet yang kita buat. Kedua fungsi ini merupakan fungsi monitoring yang utama dari suatu sistem. Jadi dalam kondisi setting default pengguna sudah dapat menggunakan program ini.

Untuk memudahkan pengguna, bila pengguna membutuhkan keterangan bantu (Help) tersedia menu untuk mengakses keterangan bantu tersebut. Bila menu Content Help dipilih maka akan dipanggil program Konqueror untuk menampilkan keterangan bantu. Keterangan bantu ini sudah cukup lengkap. Artikel ini sebagian besar berasal dari keterangan bantu tersebut.
"

Inilah contoh tulisan yang saya kutip  dari informasi ICT di era tahun 90-an hingga awal tahun 2000-an , namun kini layanan informasi ICT lebih banyak berkiblat pada sebuah pemaparan Produk ( Brand ) tertentu, walaupun masih banyak website ataupun ICT Center yang memberikan Informasi yang mengedukasi masyarakat Indonesia walaupun itu tidak lah terlalu banyak dibandingkan liputan ICT tentang Gadget ataupun sebuah perlengkapan komunikasi milik sebuah brand.

Masih banyak website ICT yang ada di Indonesia yang pada saat awal tahun 2000-an memberikan informasi yang bersifat mengedukasi masyarakat seperti Ilmukomputer.com pada tahun 2003. Namun semuanya kini seolah tenggelam dengan kekuatan Social Networking yang saat ini telah menguasai hampir 70 persen pengguna Internet yang tentunya merupakan sebuah pasar yang "Empuk" untuk penetrasi sebuah Produk ( Brand).

Melahirkan kembali website ICT Center yang memberikan nilai informasi dan edukasi yang bukan hanya semata memberikan informasi mengenai sebuah produk ( Brand ) semata, adalah sebuah perjuangan yang cukup berat ditengah persaingan dengan dunia Social Media Networking , yang tentunya hal ini dapat dilakukan kembali terutama oleh perusahaan-perusahaan besar untuk memberikan dukungan membangun layanan ICT Center yang memberikan nilai informasi dan edukasi bagi masyarakat Internet di Indonesia. Atau menggabungkan atau mengkombinasikan informasi dan edukasi ICT dengan Social Media yang telah merebut hati para pengguna Internet di Indonesia.

0 komentar:

Post a Comment