Welcome!

I am Andri Johandri Programmer Python Entusiast

View Work Hire Me!

About Me

Device
Networking
Application
Siapa Saya

Andri Johandri

Programmer Aplikasi

25 Tahun menjadi seorang programmer Komputer, bermula dari Programmer Tasm, QBasic, DBase III Plus,Cliper dan FoxPro di tahun 90an.

Kini di era millenial lebih memfokuskan diri pada Pemrograman Python, Pengembangan Teknologi Artificial Intellegence, IoT , Robotika dan Bigdata .

Services

Python Application

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Development

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Branding

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Marketing

Nulla metus metus ullamcorper vel tincidunt sed euismod nibh Quisque volutpat

Our Blog

Lahirnya Buku "Rahasia Real Server 11 dan 12"

Setelah hampir lama saya mempelajari teknologi streaming terutama dari berbagai aplikasi Server Stremaing baik yang bersifat Open Source maupun yang komersil, sejak diperkenalkan dengan teknologi CDN pertama kalinya dengan teknologi SinoCDN pada sebuah penyedia layanan Streaming diera tahun 2000-an, dari sinilah saya mulai mengenal aplikasi Helix Server dimulai dengan Real Server 9 selanjutnya 10 dan 11 . Pada Versi 10 dab 11 ini dimulainya transisi antara nama Real Server menjadi Helix Server  yaitu dengan aplikasi streaming server yang gratis yaitu Helix DNA Server , Namun sayangnya aplikasi Helix DNA Server ini banyak kekurangan terutama tidak dapat mendistribusikan layanan live streaming. Helix DNA Server hanya mampu digunakan untuk pendistribusian streaming ondemand.

Berawal dari sinilah saya bergabung dengan HelixCommunity dan mempelajari source code yang ada pada Helix Community , dan dari sinilah sebuah kejadian tanpa kesengajaan terjadi. Setelah mempelajari sistem aplikasi ini saya menemukan satu kelemahan yang cukup fatal terutama dalam hal Licensed . Kelemahan ini pertama kali saya temukan pada Real Server 11 , dan setahun kemudian Realnetworks melucurkan Real Server 12 atau dikenal dengan aplikasi Helix Server 12 Mobile karena aplikasi ini mampu mendisribusikan streaming berbasis mobile, dan ternyata kelemahan tersebut tidak ditutupi.


Setelah berpikir banyak tentang hal yang saya temukan tersebut akhirnya pada tahun 2011 saya  mencoba menghubungi team Realnetwork dengan mengirimi email Tentang kelemahan Licensed pada Helix server 12. Namun email yang saya kirimkan itu tidak ada balasan sama sekali dan dianggap angin lalu saja.

Hingga akhirnya saya membuat 2 buah video yang menunjukkan proses kelemahan tersebut dan saya upload ke youtube dan mengirimkan email kepada pihak Realnetworks, namun  yang akhirnya Video tersebut dihapus Youtube karena pelanggaran Hak Cipta. Dan Video tersebut katanya melanggar peraturan di Youtube padahal di Youtube pada saat itu banyak Video tentang hacking dan lain sebagainya padahal Video yang saya buat ada bagian yang saya tutupi terutama bagian kelemahan tersebut.

Hingga akhirnya RealNetwork mengeluarkan Aplikas Helix Server 13 , dan dari sinilah saya melihat terjadi perubahan yang benar-benar tampak dan kelemahan tersebut telah ditutupi hingga kini sampai Aplikasi Helix Server versi 15.02. Semua kelemahan itu telah ditutupi.

Setelah hampir 5 tahun rahasia itu hanya saya yang tahu , terkadang ada keinginan untuk mengungkapkan secara luas untuk pengetahuan tambahan namun saya tidak berani hingga akhirnya tahun 2013 saya mencoba menyusun kembali temuan itu dalam sebuah buku yang bukan lagi berisi tentang kelemahan aplikasi tersebut semata melainkan mencoba menggabungkan tentang pengetahuan streaming  secara keseluruhan didalam buku "Rahasia Real Server 11 dan 12 "

Inilah proses dari lahirnya buku " Rahasia Real Server 11 dan 12 " , dan kembali saya upload video tentang pembuktian kelemahan tersebut walau ada abagian yang sengaja saya tutup terutama bagian dari kelemahan itu . Mungkin anda penasaran apa sih kelemahan dari Real Server ini sehingga mudah didapatkan license nya tanpa harus proses Hacking ataupun Cracking ? Anda dapat mengetahuinya setelah membacanya . Dan buku ini hanya untuk kalangan terbatas.

Manfaat Teknologi Streaming

Seberapa besar manfaat teknologi streaming didalam proses kehidupan dunia modern dan masa depan yang bukan hanya bermanfaat bagi pertumbuhan dunia brodcasting dan penyiaran digital semata, bahkan lebih dari itu. Teknologi Streaming yaitu teknologi pendistribusian data video dan audio yang telah terkompresi pada jaringan komputer memiliki manfaat yang lebih besar yang bukan sekedar untuk hiburan semata.

DISTANCE LEARNING.

Pembelajaran jarak jauh antara pengajar dengan peserta didik yang berada di tempat yang berbeda dapat dipertemukan pada sebuah kelas maya yaitu pada satu channel layanan streaming. Dengan penggunaan teknologi streaming maka interaksi face-face dan komunikasi antara pengajar dengan peserta didik baik dengan konsep point to point ataupun konsep point to multi point dapat dilakukan.


Namun sayangnya pemanfaatan teknologi streaming untuk peningkatan pembelajaran di Indonesia masih dikuasai atau diselenggarakan oleh Institusi pendidikan yang memiliki pendanaan yang cukup besar hal ini disebabkan infrastruktur yang dibutuhkan khususnya bandwidth yang disediakan harus dalam  jumlah yang besar  terutama dalam konsep point to multipoint.

Namun sebenarnya proses ini bisa disikapi dengan solusi penggunaan sistem jaringan multicast yang tentunya hal ini akan mengurangi beban penggunaan bandwidth yang besar.

REAL-TIME CONVERSATIONAL SERVICES.

Video Conference , Video Phone adalah salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam dunia teknologi streaming, walaupun dalam konsep Video Conference atau Video Phone menggunakan protokol pendistribusian secara khusus seperti UDP ataupun TCP baik dilakukan bersifat point to point maupun point to multipoint merupakan satu manfaat yang dapat dipergunakan dan dikembangkan oleh sebuah perusahaan ataupun instansi pemerintah , dengan konsep IP maka layanan komunikasi yang ada akan semakin mudah dan tentunya murah.

Namun untuk membangun Video Conference maupun Video Phone dengan menggunakan teknologi streaming ini ada hal yang harus diperhatikan yaitu dari sisi keamanan dan selain itu juga codec yang digunakan haruslah memiliki compressi yang baik, kecil ukurannya namun kualitas gambar tetap dipertahankan.

Masih banyak manfaat dari dunia teknologi streaming , baik untuk layanan keamanan jarak jauh Remote video surveillance ataupun bagi pengembangan industri informasi dan komunikasi yang lainnya. Dan ada hal yang perlu menjadi perhatian dalam mempelajari dan mengembangkan dunia teknologi streaming ini yaitu pengembangan teknologi compresi video dan audio atau yang dikenal dengan Codec Video dan Codec Audio , karena antara teknologi codec dengan teknologi streaming tidaklah dapat dipisahkan.

Mengenal Teknologi Streaming Protokol RTSP

RTSP atau real time streaming protocol adalah protocol yang pertama kali diperkenalkan oleh perusahaan media data digital yaitu RealNetworks pada tahun 1997, protokol ini pertama kalinya dipergunakan untuk pendistribusian layanan streaming dengan format realmedia  yaitu real audio dan real video.

Pada perkembangan selanjutnya protokol RTSP mulai banyak digunakan terutama oleh perusahaan pengembangan media onlinenya seperti  Apple Macintosh yang memperkenalkan teknologi pendistribussian streaming RTP dengan sistem SDP atau yang dikenal dengan session description protocol. Protokol RTSP kemudian dipergunakan secara standard untuk pendistribusian file file multimedia baik audio dan video dengan beragam format.


Apple macintosh dengan teknologi quicktime player dengan format mov dengan codec mpeg 4 dan teknologi SDP merupakan teknologi yang lebih banyak digunakan dibandingkan dengan format realmedia pada saat itu namun dengan perkembangan teknologi streaming yang dimiliki oleh realnetworks akhirnya Realnetwork berhasil membangun layanan pendistribusian streaming SDP yang lebih banyak digunakan pada saat itu untuk layanan laive streaming berbasis mobile.

Dengan perkembangan codec video dan audio yaitu dengan adanya codec h263 , mpeg 4 maupun h264 dan format audio amr , aac maupun mp3 maka pendistribusian streaming melalui protokol rtsp ini baik dengan menggunakan teknik Rtp dengan format sdp mengalami banyak banyak kombinasi diantaranya adalah dengan hasil streaming yang dihasilkan seperti format 3gp dengan dua versi yaitu 3gp dan 3gpp  dengan kombinasi codec yaitu h263/amr untuk format 3gp dan h264/aac untuk format 3gpp yang dipergunakan untuk streaming mobile karena  dengan codec ini kompresi gambar dan audio sangatlah kecil. masih ada lagi pendistribusian streaming dengan protokol rtsp ini yaitu teknologi ISMA dengan menggunakan codec mpeg 4 .

Dengan terus berkembangnya teknologi video dan audio ini ditambah lagi dengan perkembangn device yang ada maka penggunaan protokol Rtsp menjadi protokol standard untuk pendistribusian streaming khususnya untuk layanan mobile. Demikianpula android yang memiliki player media yang mendukung penuh terhadap protokol yang satu ini.

Walau dalam perkembangannya protokol pendistribusian streaming mengalami banyak peningkatan diantaranya protokol baru yaitu Rtmp sebagai protokol pendistribusian streaming melalui teknologi layer flah player , dan http porting dengan penggunaan protokol layer tcp seperti streaming yang dipergunakan oleh teknologi icecast maupun shoutcast , ataupun streaming dengan protokol http segmentasi yang diluncurkan oleh apple macintosh.

Kini protokol RTSP masih tetap menjadi prioritas utama didalam pendistribusian streaming khususnya streaming berbasis mobile yang saat ini sangat banyak dilirik oleh para penyedia layanan jasa pendistribusian media khususnya untuk penggunaan teknologi IPTV yang saat ini mulai ramai dipergunakan untuk layanan media penyiaran digital.

Protokol UDP Dalam Video Conference

UDP atau user datagram protokol adalah protokol yang banyak dipergunakan untuk layanan video conference, seperti halnya sistem voip yang kita kenal. dimana audio yang dikirimkan secara terus menerus dalam teleconfence voip adalah salah satu bagian dari teknologi streaming namun tentunya prosesnya sedikit berbeda yaitu dengan penggunaan protokol udp dimana antara satu pengiriman maupun penerima audio yang didistribusikan melalui layanan voip ini harus berada dalam port yang sama berbeda dengan pendistribusian yang menggunakan protokol tcp dimana penerima pendistribusian tidak harus sama membuka port seperti port pengirim data streaming suara tersebut.

Penggunaan port dalam layanan video confence menggunakan dua buah port yang berbeda yang dikirimkan bersamaan , video atau gambar dikirimkan dalam satu port dan audio dalam satu port lainnya namun jarak antara port video dan audio tidaklah berjauhan biasa nilai dari port yang digunakan untuk video conference melalui port udp ini adalah berjarak 2 bila video yang dikirimkan pada port 5002 maka biasanya port audio yang dipergunakan adalah 5004.


Bila pada konsep streaming tcp profile sdp kedua port tersebut dideskripsikan dalam file sdp yang didistribusikan maka pada udp port tersebut tidak dideskripsikan. maka agar terjadi komunikasi point to point dalam layanan video conference biasanya ada penjembatan pembentukan port yang dikenal dengan istilah server voip hal ini dilakukan untuk saling menghubungi antara satu pengguna dengan pengguna lainnya sehingga port yang dibuka antara keduanya saling dapat berkomunikasi.

Proses server ini dilakukan bila pengguna layanan ini tidak berada dalam satu jaringan yang sama atau tidak memiliki ip publish khususnya bila akan broadcast melalui internet. Bila komputer yang digunakan untuk layanan Video confence ini berada dalam satu jaringan biasanya yang dilakukan adalah dengan memanggil IP komputer didalam proses video conference.

Bagaimana dengan komputer yang berada di dalam routing yang berbeda sehingga akan sulit melakukan pemanggilan ip satu komputer dengan komputer dengan satu sistem pada video conference. untuk solusi ini adalah dengan menggunakan server yang mengatur akun satu komputer dengan komputer lainnya , sehingga antara satu akun dengan akun yang lainnya dapat melakukan komunikasi baik melakukan percalkapan dengan menggunakan layanan video maupun hanya layanan percapakan suara biasa saja.

Nah audio maupun video yang didistribusikan pada layanan video conference inipun terlebih dahulu di kompresi dengan menggunakan codec tertentu sehingga ukuran gambar dan audio yang diditri usikan dari satu akun video konference memiliki bitrate dan troughput yang kecil sehingga dengan semakin kecilnya ukuran bitrate dan troughput pada pendistribusian streaming untuk video konference ini maka pendistribusian akan berjalan dengan baik pada sebuah jaringan yang memiliki bandwidth yang kecil.

Dengan penggunaan server video konference ini sebenarnya antara satu pengguna dengan pengguna layanan ini berada dalam satu IP namun berbeda porting , maka inilah yang menjadi layanan video conference dengan protokol udp ini sangat rentan dan dapat mudah di attack terutama dalam kejadian flooding bandwidth pada port tertentu yang digunakan oleh layanan video konference yang tentunya akan mengakibatkan proses komunikasi menjadi bhenti dan terhambat dikarenakan kejadian flooding tersebut.

Dan salah satu yang paling rentan dari penggunaan port udp dalam pendistribusian video konference yaitu mudahnya para snipper yang masuk melihat dan mendengarkan percakapan yang terjadi antara satu akun dengan akun lainnya yang sedang aktif melakukan percakapan. Biasanya para sniper ini emnggunakan aplikasi yange memantau port udp yang dibuka pada saat mengaktifkan layanan video conference . seperti aplikasi capturing port dan lainnya.

HTTP Progresive Download Streaming

Seberapa banyak anda mengetahui bahwa mayoritas streaming ondemand yang ada di dunia online menggunakan teknik http progresive download, yaitu pendistribusian file video atau audio yang telah terkompresi melalui protokol http yang sebenarnya proses pendownloadan yang dilakukan namun, dengan adanya sebuah player dengan konsep layer maka file yang sebenarnya di didowload masuk pada layer tersebut dan langsung ditampilkan oleh decoder yang dimilikinya. Dan teknik layer untuk http progresive download ini dimiliki oleh flash player.

Karena proses download dari server menuju klien dilakukan oleh proses layer maka aproses downloadnya tidak tampak sama sekali sehingga inilah yang menjadi salah pemahaman dengan teknologi streaming yang sebenarnya , sehingga banyak orang yang mengatakan bahwa pendistribusian file video ataupun audio dapat digunakan dengan protokol http walau yang sebenarnya yang menjadi inti dari streaming ini adalah sistem layer pada flash player namun mereka tidak melihat proses download itu.

Youtube pernah menjelaskan bahwa streaming yang dimilikinya adalah ternasuk dalam http progresive download namun karena kurangnya penjelasan mengeni progresive download streaming ini maka banyak yang menganggap bahwa streaming itu pendistribusian file video dan audio dengan menggunakan flash player.

Sebenarnya sebelum teknologi flash player ini berkembang 3 player yang dipergunakan pendistribusian streaming dengan protokol streaming  masing-masing player dapat berjalan pada sistem embeding object di dalam sebuah website. namun ketiga embed player ini kalah dengan popularitas dari flash palyer , player media tersebut adalah , windows media player dengan protokol mms , real player dan quicktime player dengan protokol rtsp.

Jadi bagaimana membedakan antara streaming yang bersifat progresive donwload dengan streaming yang tidak progresive atau streaming realtime yaitu anda dpat melihat pada indikator pada flash player yang tampil pada web bila pada sistem playback di flash player yaitu anda stop maka bila streaming itu progresif maka indikator streaming masih terus berjalan artinya proses download masih berlangsung sedangkan bila pada indikator streaming terhenti berarti streaming tersebut bukan streaming progresive melainkan streaming realtime , dan untuk falah palyer streaming non progresive atau streaming realtime ini menggunakan protokol rtmp.

Encoder Streaming Proses Awal Distribusi Streaming

Encoder streaming adalah sebuah perangkat yang berfungsi untuk merubah media analog menjadi media digital dimana proses perubahan media analog menjadi media digital dilakukan oleh aplikasi atau software yang disebut dengan aplikasi encoder. Aplikasi encoder yang dikeluarkan oleh produsen aplikasi media biasanya memiliki format dengan codec yang berbeda-beda yang biasanya disesuaikan dengan keinginan para pengguna yang berkembang saat ini biasanya yang dilihat adalah perangkat yang akan memutar file media hasil encoder tersebut.

Ada istilah encoder dan converter , yang sebenarnya fungsinya sama yaitu merubah satu bentuk file dari codec tertentu menjadi codec lainnya.  namun ada beberapa hal yang membedakan antara aplikasi encoder maupun converter , bila aplikasi encoder biasanya bekerja secara langsung dengan perangkat input audio dan video yang selanjutnya dijadikan sebuah file media tertentu atau dijadikan aliran data yang dikirimkan menuju server dengan sistem codec tertentu. Sedangkan converter biasanya tidak bekerja dengan perangkat input melainkan bekerja dengan file saja. yaitu merubah satu file media dalam satu codec tertentu dengan codec yang lainnya atau orang mengenal dari satu format ke format lainnya.

Dengan penjelasan sederhana diatas tentang perbedaan encoder dan converter , ada hal yang cukup mencolok dalam perbedaan antara encoder dengan converter yaitu penentuan bitrate setiap file media, bila pada aplikasi encoder pembentukan file media kita dapat mengatur ukuran dari bitrate sebuah file media,  sedangkan dalam aplikasi converter ukuran dari bitrate bersifat wtetap namun yang dirubah hanya bentuk codec atau formatnya saja.

Dalam teknologi streaming yang mengandalkan kemampuan jaringan dalam hal ini adalah kemampuan bandwidth pada sebuah jaringan maka yang perlu diperhatikan adalah ukuran bitrate dari file media yng didistribusikan dan biasanya ukuran bitrate dihitung dengan kilobit bukan kilobyte, nah untuk menghasilkan ukuran bitrate yang kecil dengan kualitas gambar atau video dan suara atau audio maka hal itu ditentukan oleh codec yang digunakan. contoh bila kita ingin menggunakan codec mpeg2 yang biasanya digunakan untuk video layanan vcd ataupun dvd maka bitratenya cukup besar, bisa mencapaiukuran 1mega bit perdetik dan itu tentunya sangat besar bila didistribusikan pada sebuah jaringan komputer, maka tentunya perkembangan codec ini semakin berkembang dan saat ini yang paling banyak digunakan adalah h264/aac sebuah codec yang mempu membuat ukuran bitrate sebuh file media menjadi lebih kecil dan hasil dari kompresi  video dan audio yang dihasilkan tetap memiliki kualitas yang baik.

Inilah fungsi dari encoder itu sebenarnya dan untuk mendapatkan codec h264/aac maka yang digunakan adalah aplikasi yang mampua menyediakan codec tersebut selain itu encoder yang bekerja biasanya menggunakan dua prinsip pendistribusian yaitu dengan teknik push dan teknik pull .

Teknik push streaming adalah pendistribusian hasil encoding dikirimkan langsung menuju server streaming dengan membuka port tertentu yang telah ditetapkan oleh server penerima yang nantinya akan mendistribusikan nya kepada klien , sedangkan konsep pull dimana encoder membuka port sendiri tanpa mengikuti port yang disediakan oleh server , namun nantinya server yang akan mengambil streaming yang dihasilkan oleh encoder tersebut.

Jadi perbedaan dari push dengan pull adalah kalau push maka encoder mengirimkan menuju server sedangkan pull server yang mengambil streaming dari encoder.

Untuk menentukan apakah streaming itu menggunakan protokol rtsp atau protokol lainnya maka yang hal itu ditentukan oleh server , sedangkan penggunaan encoder yang menghasilkan data media yang akan dikiri kan melalui teknologi straming lewat server harus sesuai dengan servernya hal ini bersangkutan dengan hal teknologi jaringan yang digunakan khususnya adalah otentifikasi pengiriman dari encoder menuju server.

IPTV Media Periklanan

Apa saja yang dapat dikembangkan dari dunia IPTV ini, selain untuk pendistribusian konten siaran televisi baik televisi yang bersifat informasi maupun hanya sekedar hiburan. Sebenarnya banyak hal yang dapat dikembangkan dari teknologi yang satu ini selain bisa dipergunakan untuk layana distance learning adalagi yang tentunya dapat dilirik oleh para advertiser yaitu perusahaan periklanan yaitu IPTV Media periklanan , karena dengan layanan IPTV maka kontrol konten-konten video periklanan dapat dijadwal dan diatur dengan mudah , tanpa harus mengirimkan file pada televisi atau lcd periklanan yang diputar secara looping terus menerus dan mengganti kembali secara manual yaitu mengganti file video advertisingnya kembali bila terdapat klien yang baru.

IPTV Media periklanan adalah sebuah layanan periklanan yang sebenarnya dapat dilakukan oleh banyak perusahaan jasa periklanan digital, khususnya perusahaan jasa periklanan yang menggunakan Televisi LCD ataupun media video periklanan lainnya yang biasanya terdapat pada supermarket.


Dengan pendistribusian melalui jaringan komputer baik yang bersifat publish melalui jaringan Internet ataupun jaringan yang bersifat private seperti jaringan WAN maupun WIFI maka layanan periklanan yang berbasis IP Network ini dapat berjalan dengan baik ditambah lagi tentunya akan mampu menggaet produsen sebagai klien periklanan karena nilai jual yang cukup baik, karena tentunya pendistribusian video iklan dapat dilakukan dalam satu sistem yang terintegrasi dalam layanan IPTV.

Investasi hanya terletak pada pengadaan Set Top Box yang dipergunakan untuk memutar pendistribusian dari server IPTV Media periklanan, bahkan lebih dari itu dengan teknologi televisi digital maka siaran periklanan ini dapat menjadi sebuah konten yang dapat menarik minat pengunjung sebuah supermarket.

Tentunya inilah satu media periklanan yang paling ampuh khusunya untuk melayani jumlah supermarket yang semakin menjamur , dan tentunya dengan sistem IPTV Media periklanan ini banyak keuntungan yang didapatkan bukan hanya bagi penyelenggara bahkan bagi pengiklan itu sendiri.

Harga Channel IPTV Sang Provider Besar

Chanel Televisi yang didistribusikan melalui layanan IPTV dibandrol dengan harga 80 ribu rupiah oleh sebuah provider besar di Indonesia membuktikan bahwa layanan IPTV mulai diperkenalkan dan tentunya ini adalah sebuah loncatan besar didalam dunia penyiaran digital tentunya, Walau dengan harga sebesar itu yang didapatkan oleh klien adalah layanan televisi digital dengan kualitas SD dengan konten rata-rata adalah 70 persen konten lokal dan 30 persen konten luar tentunya hal ini harus disikapi dengan positif dan optmisme khususnya dalam peningkatan teknologi televisi digital.

Namun setelah saya coba telusuri sistem yang dibangun oleh sang provider besar aplikasi streaming yang digunakan menggunakan sebuah aplikasi dan layanan yang dibangun oleh vendor dari luar negeri sana. Dan tentunya anda mungkin bertanya bagaimana sih membangun layanan televisi digital berbasis IP atau yang dikenal oleh IPTV itu seperti sang provider besar itu ?


Inilah pekerjaan saya, menjelaskan dan menginformasikan kepada para pengguna internet bagaimana membangun layanan IPTV itu sebenarnya dan bagaimana mendistribusikan channel siaran dalam teknologi IPTV ini ?

Istilahnya adalah transcoding, yaitu merubah siaran digital yang satu kebentuk lain , seperti merubah siaran digital satelit menjadi output siaran IP dengan codec Video ataupun Audio tertentu  dan saat ini yang banyak digunakan sistem transcoding yang dilakukan adalah melakukan transcoding siaran televisi digital yang ditangkap oleh DVBS ( Digital Video Broadcasting Satelite ) menjadi output IP dengan codev h264/aac yang didistribusikan melalui beberapa protokol diantaranya adalah protokol RTSP,RTMP maupun HTTP Segmentation.

Output IP dengan penggunaan protokol inipun harus disesuaikan dengan perlengkapan Set Top Box yang nantinya berfungsi sebagai Decoder ( Player Media ) yang diteruskan menuju Televisi Analog ataupun Televisi LCD.

Nah tentunya bagi anda yang ingin berinvestasi untuk membangun layanan IPTV ini ada beberapa hal yang harus dimegerti bahwa pendistribusian layanan televisi digital berbasis IP ini mengandalkan dari kemampuan bandwidth jadi sistem yang sangat cocok untuk membangun layanan ini adalah menggunakan teknologi Multicast dan bukan Unicast apalagi bila harus melayani pelanggan yang jumlahnya jutaan.

Nah masalahnya adalah dalam hal sistem Multicast , jaringan Multicast ini bukan alamat yang bersifat publish , pengalamatan IP multicast hanya dapat dilakukan oleh jaringan dalam subnet yang bersfifat private dan bukan jaringan dengan IP Public nah tentunya untuk membangun layanan ini maka anda harus menggandeng satu provider tertentu khususnya agar sistem jaringan Multicast terbentuk.

Nah kalau sudah bicara dengan layanan jaringan Multicast ini maka yang harus menjadi pertimbangan lainnya adalah aplikasi server streaming IP yang dipergunakan , apakah server streaming tersebut mampu melayani jaringan Multicast atau tidak. Karena saat ini kebanyakan server streaming IP lebih menggunakan teknologi jaringan unicast. Nah kalau server streaming Nasrulmedia yang saya kembangkan bagaimana? Tentunya hal ini sudah diperhitungkan sehingga aplikasi server streaming NasrulMedia sudah mampu mendistribusikan layanan IPTV dengan jaringan Multicast.

Sebenarnya untuk melakukan trancoding dari siaran televisi digital satelit menjadi output IPTV sangatlah mudah karena perlengkapan yang dibutuhkan hanya sebuah Card DVBS/T , yang nantinya siaran digital satelit tersebut akan di encode ulang menjadi output IP . Nah Output IP inilah yang selanjutnya menjadi Channel IPTV yang akan diputar oleh SetTopBox.

Contact Us

Phone :

+6285743848604

Address :

Perumahan Green Citayam City Blok AA 10 No 1,
Bogor

Email :

me@andrijohandri.id