Senin, 21 April 2014

Membangun Komunikasi Lokal Daerah Dengan Kamailio


Dari sekian banyak aplikasi Open Source untuk menangani Video Conference melalui protokol SIP ada satu aplikasi yang lama saya pergunakan untuk membangun layanan komunikasi Point To Point Video Conference yaitu Kamailio. Aplikasi ini sangat mudah digunakan dan dioperasikan dibandingkan aplikasi server SIP lainnya terutama sangat cocok digunakan untuk layanan komunikasi pada Lokal Daerah tertentu yang sulit terjangkau dengan layanan komunikasi.


Dulu mungkin kita mengenal teknologi komunikasi yang merakyat di era 80an pada satu daerah namanya "Interkom" yang terkoneksi dengan menggunakan kabel kawat yang ditarik berpuluh-puluh kilometer antar wilayah yang akan terhubung untuk melakukan komunikasi. Terdapat satu sentral Interkom yang mengatur agar komunikasi dapat berjalan dengan lancar.


Selain Interkom ada pula penggunaan pesawat 2 meteran ( HT dan sebangsanya yang membutuhkan biaya cukup besar diera 80an ) untuk melakukan komunikasi , selain itu penggunaan komunikasi dengan menggunakan  gelombang SW yang bisa menjangkau ratusan kilometer untuk melakukan komunikasi dengan antena bentangan kawat yang panjang. Bahkan pernah sebelum frekuensi FM radio digunakan untuk siaran broadcast,  komunikasi dilakukan menggunakan pesawat FM Radio.

Kini semuanya telah digital, penggunaan alat komunikasi tersebut hanya tinggal memori dan kenangan saja. Saat ini komunikasi dilakukan melalui layanan GSM setelah teknologi komunikasi telephone AMPS di tinggalkan dan tentu saja suara yang didengar pada komunikasi Hand Phone pada GSM menggunakan suara dalam bentuk digital ( codec audio ) , apalagi dengan kehadiran smartphone kini sistem komunikasi telah berubah. 

Penggunaan frekuensi radio Microwave yaitu pada gelombang 2.4 Ghz adalah yang paling banyak digunakan terutama untuk komunikasi data antar komputer.  Dan diantaranya yang dapat digunakan adalah sebagai pembawa data Video dan Audio yang telah terkompresi digital yang dijadikan sebagai media komunikasi Video Call.

Sebenarnya bagi sebuah daerah yang tidak dapat terkoneksi dengan Jaringan Internet, layanan komunikasi digital Video Conference ini dapat dibangun. Artinya komunikasi dengan protokol SIP dapat dilakukan antara warga dalam satu lokal daerah tertentu cukup dengan menggunakan sebuah Akses point WIFI dan sebuah server Linux yang memiliki aplikasi untuk melakukan kontrol Video Call diantaranya adalah Kamailio.

Dengan layanan ini sebenarnya akan terbangun sebuah media komunikasi warga di daerah terpencil. Apalagi saat ini telah banyak smartphone yang murah dan telah mendukung teknologi WIFI dan teknologi SIP phone.

Di sisi pengguna dapat menggunakan aplikasi SIP phone seperti Linphone, Ekiga ataupun aplikasi yang lainnya. Jadi komunikasi data Video Conference bukan berarti harus tersedia "Jaringan Internet" tapi cukup dengan jaringan lokal daerah makan sistem komunikasi murah meriah dengan Linux ini akan terbangun.

Jumat, 18 April 2014

Cyber War, Perang Asimetris dan Operasi Sistem

Kenyataan yang tidak dapat dipungkiri "Cyber War" dan "Perang Asimetris" kini menjadi sebuah "Ancaman" bagi kelangsungan kedaulatan Negara. Demikian pula Kedaulatan Negari Kesatuan Republik Indonesia. Tanpa disadari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi harus membuat semua negara di dunia mempertahankan nilai-nilai kedaulatan negara yang dimilikinya dengan cepat membentuk dan mendirikan badan pertahanan negara dari serangan "Cyber War" yang merupakan bagian dari "Perang Asimetris". Sistem Jaringan Komputerisasi di lembaga pemerintahan pun harus semakin dikuatkan karena penyusupan "teknologi" dalam sebuah Operasi Sistem yang bekerja bukanlah sesautu yang tidak asing lagi.

Tanpa disadari dengan banyaknya pengguna Komputer berbasis jaringan, maka tanpa sadar telah banyak proses interaksi antar komputer yang terjadi, baik dari komputer super, komputer pengguna baik berbentuk desktop maupun tablet kini telah menguasai proses kehidupan masyarakat dunia. Dan tanpa sadar proses ini pun mengundang penyusupan "Teknologi" antar komputer. Mungkin Virus komputer dan sebangsanya menjadi ancaman. Yang paling ditakutkan adalah bagian dari "Perang Asimetris" dengan mempelajari perilaku pengguna Internet di suatu negara. Sekumpulan data yang terkumpul oleh sebuah "Perusahaan" besar untuk melihat perilaku pengguna internet melalui sebuah halaman pencari tentu saja bisa dijadikan senjata ampuh untuk menyerang sebuah negara tanpa harus mengangkat senjata melainkan cukup dengan menghancurkan "Pola Pikir " dengan data yang telah terhimpun dari perilaku pengguna yang telah terekam dalam sebuah database.

Pernahkan kita membuka sebuah Aplikasi yang tertanam utuh pada sebuah Operasi Sistem pada saat kita update. Apakah operasi sistem yang kita gunakan "Untuk Instansi Pemerintah"  sudah dapat dikatakan "Aman" dari hal yang tidak diduga seperti "penyusupan" dalam pengiriman mengenai informasi Jaringan yang ada  di Komputer Instansi Pemerintah yang digunakan?

Mungkin untuk berpikir "Mudah" dan "Sederhana" untuk apa puyeng memikirkan hal tersebut, Kita tinggal pakai , bisa koneksi, kita tinggal beli . Beres kan ? Ya memang gampang, tapi bagaiamana kalau ternyata komputer yang anda gunakan telah disusupi "Spyware" sehingga privacy anda pada komputer terus dipantau oleh pihak-pihak lain. Kamera Laptop anda di aktifkan secara jarak jauh sehingga mereka bisa merekam apapun yang anda lakukan?

Operasi Sistem adalah kuncinya, dan bukan sekedar meremaster sebuah Operasi Sistem yang ada " Yang Terlihat Kita Punya OS Baru " , tapi pernahkan kita mencoba sesuatu yang baru. Membangun sebuah OS dengan pertahanan yang tinggi yang dapat digunakan oleh seluruh warga negara di Indonesia ini , dengan merekonstruksi ulang Kernel secara khusus terutama dalam sistem pengalamatan IP. Yang menjaga privasi Kebangsaan Indonesia yang kita miliki.

Banyaknya penggunaan Sistem Operasi olahan dari negara "Luar" adalah sebuah kelemahan yang akan dapat digunakan sebagai senjata untuk menghancurkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi bukan OS yang "Keren" tapi benar-benar mampu melindungi warga negara Indonesia dari segala bentuk "Penyusupan" apapun, dari segala bentuk " Penghimpunan data" perilaku pengguna bagi seluruh warga negara Indonesia. Dengan tetap membuka gerbang dunia luar melalui Jaringan Internet namun tetap terjaga dari segala bentuk Spyware dan penyusupan yang lainnya.

Senin, 14 April 2014

Magister Manajemen FE Tinjauan Ilmu Pengetahuan dan Penerapan Teknologi

Perguruan Tinggi di Indonesia yang membuka Program Pasca Magister Manajemen terutama pada FE ( Fakultas Ekonomi ) masih banyak menerapkan tinjauan pengetahuan akademis secara menyeluruh. Lihat saja dalam konsep pengembangan pengetahuan Manajemen Pemasaran ( Marketing Management ) pola pengetahuan yang ada pada kelas Magister Manajemen ( S2 ) belum banyak yang menyentuh bentuk seutuhnya dari proses  marketing didunia online dengan penerapan teknologi informasi. Masih bersifat klasiknya pola pengembangan Magister Manajemen di Indonesia yang masih berputar pada sekitar penerapan Ilmu pengetahuan tanpa adanya penerapan dan akulturasi antara ilmu pengetahuan para  akademisi dengan ilmu pengetahuan para praktisi seperti halnya bidang Marketing di dunia Online.


Kenyataannya saat ini didunia "Online" proses Marketing Management telah berbeda dengan konsepsi teori yang sebenarnya, namun seorang praktisi Marketing Online tanpa harus menamatkan jenjang S2 Magister Manajemen telah ma,pu mengatur proses pemasaran sebuah layanan Jasa atau produk melalui media online dengan baik bahkan telah mampu membangun sebuah pasar yang besar di dunia online, sangat berbeda dengan para "Konsultan" yang secara akademisi menyelesaikan program Magister Manajemennya sama sekali tidak mampu membangun pasar jasa layanan "Konsultan" yang dimilikinya melalui media online.

Masih banyak kenyataan yang bila dibandingkan para lulusan Magister Manajemen di bidang Marketing Management dengan kendali pasar online yang saat ini hampir dikendalikan oleh para pengusaha online dari luar Indonesia dengan notabene adalah lulusan "Magister Manajemen" di perguruan tinggi luar negeri terutama US , mampu menguasai konsep pasar dunia online. Padahal saat ini kenyataannya bahwa dunia online adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dalam konsep dunia ekonomi dan bisnis.


Contoh terkecil saja, Seorang praktisi Pemasaran Di Dunia Online akan mengandalkan kemampuan keahliannya didalam proses optimasi layanan pemasaran yang dimilikinya dengan berbagai teknik , sehingga layanan pemasaran yang dimilikinya dapat dengah mudah dicari oleh orang di dunia online baik dengan metode penggunaan Mesin Pencari maupun dengan penggunaan Social Media. Mereka tidak akan membuang biaya percuma untuk memasang banner atau iklan yang pada layanan online yang banyak pengunjungnya karena hasilnya tidak akan sebanding dengan target pasar yang diharapkan. Sehingga teknik yang murah yang dimiliki tanpa harus beriklan lebih berhasil dibandingkan dengan konsep marketing yang bersifat "Klasik" membayar layanan Iklan dengan biaya yang cukup besar.

Bila dilihat dari keduanya antara Konsepsi para praktisi dengan Konsepsi para akademisi sebenarnya ada hal yang dapat diambil satu kesepakatan bersama bahwa kedua-duanya proses proses dapat digabungkan secara utuh, sehingga proses dan teknik Marketing didunia online akan secara utuh dapat dikuasai, antara iklan dan teknik marketing social media atau melalui teknik marketing pada search engine.

Andai saja pada kelas Magister Manajemen khususnya yang membidangi pengetahuan dan pengembangan ilmu Ekonomi ( Fakultas Ekonomi ) di Indonesia yang menyediakan mata kuliah secara khusus dan mengkonsentrasikan diri  pada Marketing Management dalam konsep Marketing di dunia Online yang beragam macam tekniknya, tentu bisa dibayangkan bahwa lulusan Magister Manajemen di Indonesia bukan hanya semata  mampu melakukan kajian dan penelitian secara empirik terhadap perkembangan dunia Pemasaran melalui media online, bahkan akan memberikan teknik-teknik pemasaran yang lebih baik lagi. Memberikan tambahan kekayaan akan pengembangan Manajemen Pemasaran yang sesungguhnya dalam konsep Dunia Online.

Minggu, 06 April 2014

Mengadministrasi Multimedia Streaming Server


Setelah lima hari memberikan pelatihan Membangun IPTV dan VOIP Sekolah dengan menggunakan jaringan WIFI di sebuah SMK Negeri diwilayah Tasikmalaya , tepatnya di SMK Negeri Rajapolah pada tanggal 1 sampai 5 April 2014 dengan materi :
  1. Membangun Server Multimedia streaming dengan menggunakan aplikasi Server Streaming Nasrulmedia ( Yaitu aplikasi server streaming yang saya buat dan develop sendiri ) 
  2. Membangun DNS Server, HTTP Server, MySQL Server, POPTOP ( VPN server ).
  3. Membangun Server VOIP SIP Server dengan menggunakan aplikasi KAMAILIO.
  4. Membangun PC encoder Live Streaming dengan menggunakan aplikasi FFMPEG
  5. Dan Membangun layanan Produksi Video Streaming dengan menggunakan aplikasi KINO dan FFMPEG.
Yang secara keseluruhan dari workshop ini menggunakan Operasi Sistem Linux yaitu menggunakan Distro Debian. Hasil dari Workshop memang sangat mengembirakan karena kini SMK Negeri Rajapolah telah memiliki layanan IPTV Server dengan menggunakan dan menerapkan penggunaan IP Multicast , dan memiliki layanan VOIP SIP Phone dan telah dapat digunakan dengan baik.

Mungkin saya tidak akan menulis  bagaimana proses Workshop tersebut dilakukan di SMK Negeri Rajapolah yang dijadikan kegiatan Prototype pembangunan Layanan IPTV Sekolah untuk media pembelajaran tetapi sebuah pertanyaan yang mengganjal pemikiran saya adalah , ketika Guru mata pelajaran Produktif menjelaskan bahwa pada kurikulum 2013 untuk keahlian produktif TKJ , bahwa server streaming dan VOIP adalah materi yang harus diberikan kepada siswa .

Kalau memang Mengadministrasi Server Streaming menjadi bagian materi dari kurikulum, pertanyaannya adalah Aplikasi Server Streaming apa yang akan dipakai oleh guru untuk mengajarkan kepada siswa , karena setiap aplikasi server streaming memiliki sistem protokol yang berbeda dalam pendistribusiannya?

Mungkin antara RED 5 Server, Wowza ataupun Flash Media Server memiliki Kemiripian didalam konsep pendistribusiannya terutama untuk pendistribusian streaming berbasis RTMP Protokol walaupun kenyataannya untuk WOWZA saat ini telah mempu mendistribusikan streaming dengan protokol RTSP dan HTTP Segementation dengan penambahan Add ons. Karena ketiga aplikasi server ini menggunakan pemrograman java. Lalu bagaimana dengan aplikasi lainnya seperti Darwin Server ( Apple Mac ) yang banyak juga digunakan oleh layanan streaming yang memiliki konsep yang berbeda dalam pendistribusiannya, belum lagi aplikasi FFMPEG Server , Open RTSP, VLC Server  yang semuanya memiliki cara dan pengaturan dan pengadministrasian yang berbeda dalam pendistribusian streamingnya.  Dan tentu saja semua aplikasi Streaming ini akan berbeda lagi bila proses pemberian materi menggunakan aplikasi Helix Server ( realnetworks ).

Ini baru bagian dari materi Administrasi Server Streaming, bagiamana dengan VOIP , yaitu dengan menggunakan asterisk, openSIP, openSER atau Kamailio? tentunya kini saya berpikir bahwa bukan siswa yang harus mendapatkan pengetahuan ini terlebih dahulu melainkan guru-guru pengajar ( Upgrade Knowledge) tentang pengetahuan Administrasi Server streaming dan VOIP .

Mungkin jawabannyabisa saja dengan mudah ,biasanya proses penambahan pengetahuan Guru mata pelajaran produktif ini dapat dilakukan pada MGMP ( Musyawarah Guru Mata Pelajaran ) , dan tentunya MGMP di setiap daerah dapat melakukan kegiatan TOT untuk dua materi ini , dan tentu saja Pelatih yang disediakan dalam proses Workshop ataupun TOT di MGMP TKJ untuk dua materi dan beberapa materi lainnya yang cukup sulit dipelajari adalah Pelatih dari Praktisi karena materi secara keseluruhan adalah praktek bukan pemahaman teori semata. ( Tapi jangan di jadikan lahan komersil lho ... he... he...)